Keadaan yang terjadi pada masyarakat dan sebagian besar bangsa hari-hari ini adalah “kegoncangan”, hal yang sama pernah terjadi pada Israel. Hari-hari ini, goncangan berbicara masalah ekonomi, keluarga, pelayanan, gereja, pekerjaan, dsb. Pertanyaannya adalah; “apa yang harus kita lakukan dalam goncangan itu?”.
Pertama, hidup dalam kasih karunia Allah. Keselamatan yang kita terima adalah kasih karunia Allah. Rasul Paulus mengatakan bahwa itu bukan hasil usaha kita, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8-10). Oleh sebab itu kita tidak boleh menyia-nyiakan kasih karunia itu dengan hidup meurut keinginan daging kita.
Kedua, hidup dalampengucapan syukur. Allah mengetahui keadaan dan kemampuan kita. Dengan segala keterbatasan kita, Allah mengijinkan kita melewati banyak tantangan dan masalah dalam hidup. Satu keyakinan yang harus kita pegang adalah “Allah selalu memberikan pertolongan tepat pada waktunya” (I Korintus 10:13). Oleh sebab itu, dalam keadaan apapun kita harus mengucap syukur.
Ketiga, hidup dalam hadirat Tuhan. Memelihara hadirat Tuhan itu penting. Dalam hadirat Tuhan ada kekuatan, pertolongan, dan kemenangan kita.
Inti dari semua kegoncangan itu adalah membuktikan kemurnian iman dan percaya kita kepada Yesus. Ketika kita hidup dalam kasih karunia, pengucapan syukur, dan hadirat Tuhan; maka kita akan mampu bertahan dalam banyak goncangan. Dan lewat goncangan itu, kita berkemenangan dan semakin di berkati dalam banyak bidang kehidupan kita, karena kita berpegang pada Kerajaan yang tidak bergoncang.
“Tinggallah dalam hukum Kerajaan yang tidak tergoncangkan, maka kita akan tinggal tetap dan bahkan diberkati luar biasa”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar