Minggu, 19 Oktober 2008
Rabu, 15 Oktober 2008
KENANGAN YANG MENYENANGKAN
Juli 2007, Aku, Christin, Irma dan Eliriani janjian untuk pergi ke pernikahan teman kami, kiki kalau kita terima undangan. Kita semua tunggu undangan dari kiki, sampai H-1 pernikahan Kiki undangan belum juga datang. Tiba-tiba malamnya Irma sms kasi tau “Mer, kita di undang ke pernikahannya Kiki. Barusan aja Jannah zmz aq, katanya undangan kita ber-4 diundang ke pernikahan Kiki. Dia juga bilang g sempat kasih undangan, coz undangannya sudah habiz.”
Christin ragu-ragu karena tidak ada undangan untuk kami ber-4. Tetapi, Aku, Irma dan Eli tetap akan pergi ke sana, coz untuk menghormati teman satu kelas dulu. Kita semua menyakinkan Christin... dan akhirnya Christin mau dan besok sepulang dari gereja kita pergi sama-sama.
Besoknya, Q kerumah Christin apa yang terjadi.... dia tiba-tiba berubah pikiran.
Aq : “Loh tin! U belum siap-siapkah? Mereka sudah nunggu kita loch!” (q kaget, coz dia belum juga siap-siap)
Jujur aja q juga belum siap-siap.... he... he....
Christin : “U juga Mer, belum siap-siap. Q malu pergi kesana, coz nggak ada undangan.” (dengan polosnya dia menjawab)
Aq : “Kan qt dah diundang, tapi lewat zmz aja. Ayolah tin, Kikikan teman kita... masa’ kita nggak pergi kesana.”
Setelah hampir setengah jam menunggu jawaban dari dia, akhirnya dia juga mau pergi.
Christin : “Ya, sudah Mer. Q pake baju dulu.” (dengan nada yang polos)
Aq : “Ok, q tunggu....... tapi hbz u dah pake baju, kita kerumahq dulu mau ganti baju nech!”
Tiba-tiba aja datang Irma dan Eli. Mereka marah-marah, tetapi aku langsung bilang kalo Christin yang lama. Ha..ha...aha.......ha........1000x
Christin sudah siap dan langsung pergi kerumahq dulu. Tiba-tiba saja di perjalanan hujan yang mulai deras. Aq bawa motor ngebut dan setibanya kami di rumah. Irma dan Eli hampir jatuh dan seketika itu roknya Eli robek... ketika ia mau menahan motornya yang mau jatuh. Eli marah-marah sama Aq, Christin dan Irma. Kalo misalnya ada Ishak pasti Eli di ketawakan teruz dan diejek ma Ishak. He.. he... sory Li, mank jalannya yang begitu, jadi Cuma orang yang ahli aja yang bisa lewat disitu. Ha.. ha... ha.... ha....
Eliriani : “Ih.. kayak mana nich? Q g jadi pergi ah.. rokq robek...” (dengan polosnya Eli)
Irma : “Sudah Li dijahit aja, mumpung kita lagi hujan dan kita juga dirumahnya Merry.”
Eliriani : “Masa’ aku buka rok disini! Yang benar aja Ir.”
Irma : “Kayaknya nggak ada orang dirumah Merry. Mer da sapa dirumahmu.”
Aq : “Da kakakq, tapi dia lagi tidur.”
Sebenarnya kakakq bangun, gara-gara kita ribut dan dia terbangun. Nggak taunya dia juga dengar dan dia ketawa... wakakkkk.... wakakkkk
Merry : “Pake rokq aja li! Nanti u kembalikan.... (kataq dengan menawarkan)
Eliriani : “Nggak kebesarankah?”
Aq : “Coba aja dulu, sapa tau pas.”
Eli mencoba dan ternyata rokq pas dipinggang dia walaupun longgar dikit sih... ha... ha.... Setelah hujan mulai reda walaupun masih gerimis. Kami memutuskan untuk pergi. Tapi, q beli dulu bensin. Pas di jualan bensin, tiba-tiba hujannya mulai deras. Q sama Christin tidak kebasahan. Kasihan Eli sama Irma, mereka kehujanan dan baju mereka basah dan mereka berteduh dulu di gapuranya Rani....
Hujan benar-benar berhenti, Q dan Christin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Kami bertemu Irma dan Eli di jalan dan kami mendatangi mereka. Mereka kebasahan dan spontan Q langsung ketawa terbahak-bahak..
Aq : “Ha.... ha... ha... 10x.” Jujur q nggak bisa menghentikan ketawaq.
Irma : “Senang betul liat teman menderita.”
Christin : “Kalian koq bisa sampe basah begini?” (Tanya itin dengan polosnya)
Irma : “Kita tadi nungguin kalian... eh kalian malah asyik berteduh. Untung ada gapura jadi kita berteduh.”
Aq : “Ayo sudah! Nanti acaranya selesai.”
Kita semua menuju arah gedung Rimba Indah. Kita sudah didepan gedung, tiba-tiba eli berniat untuk tidak jadi kesana. Tanggung sekali, dah di depan tinggal masuk dan dah diliat sama pagar ayu. Kami masuk dan salaman dengan pagar ayu... ternyata pagar ayunya adalah teman sdq... wah senang banget dah lama kita g ketemu, sejak lulusan SD.
Christin : “Mer, kamu masih ingat dengan ini?”
Aq : “Nggak kenal tuch!” (he.. he.. q benar-benar dah lupa dengan mereka kecuali Vivi Arfianti)
Seperti biasa, kebiasaan Zenita nggak berubah.
Zenita : “Masa’ kamu nggak ingat ma aq? Aq zenita.”
Aq : “Oh..... Zenita.... kalo ni Dian n Vivi. Kalo ini ber2 q tau tapi kalo yang ini q nggak tau.....”
Kami masuk dan ditemani oleh Jannah dan Pipit. Kami disuruh nyantap makanan yang di sediakan. Ni yang kami tunggu-tunggu sejak dari tadi. Kami menyantap hidangan yang telah disediakan untuk tamu.
Setelah kami selesai makan. Seperti biasa kami foto-foto. Waktu kami lagi asyik foto-foto, tiba-tiba saja banyak orang yang melihat kita. Maklum kitakan narsis banget dan kami ribut pula.
Kami semua naik keatas dan salaman dengan kiki dan suaminya. Kami foto-foto dan langsung pulang. Kami berhenti dulu di sebuah menara dan seperti biasa kita foto-foto lagi......
KISAH YANG MENYENTUH HATI
Pernah nggak sih membayangkan salah satu diantara teman kita, mengaku dirinya hamil 4 bulan dengan sangat percaya diri sekali. Kalo aq sih jujur aja q kaget sekali. Tapi apa mau dikata dia yang bilang sendiri. tapi kenapa yah? Q merasa ada sesuatu yang kuliat dari dia.
Itu bermula dari aq nanya-nanya tentang Irma kalo dia pernah melakukan ML. Q ketemu sama Eli di kapal dan jujur aja q g melihat senyum dia ketika menyapaq, ada yang beda dari dia. Jujur aja pertanyaan itu yang membuat aq merasa ragu sekali. Coz, q mau tau yang sejujurnya, so q tanya ma Eli. Coz, dia yang dekat dengan Irma.
“Li, Irma pernah ML yah sama Fanly?” kataq dengan polos.
“Iya, loh kamu baru tahukah kalo dia sama Fanly dah ML.” Jawab Eli sambil ketawa.
“Ah, q nggak percaya. Masa’ pribadi Irma yang sifatnya pendiam mau melakukan hal seperti itu.” Q kaget dan dengan spontan q nggak mempercayainya.
“Dia yang cerita sama aq dan Riskah! Fanly juga pernah ngomong begitu koq sama aq dan teman-teman yang lain. Dan q juga ML ma cowokq yang q ceritain ma kamu dan sudah 4 bulan.” Kata Eli dengan nada yang menyakinkanq.
Seperti biasa, dengan polosnya aq tetap masih nggak percaya kalo Eli hamil.
“Mer, q mau dilamar tanggal 6 ini. Datang aja yah! atau nggak kalo q nikah.... jangan-jangan... kalo q melahirkan aja kamu datang bawa something.” Kata Eli dengan nada yang tidak serius.
Aq hanya menjawab, “Iya, tenang aja. Aq pasti datang koq! Tunggu aja. loh bukannya kamu sama dia beda agama?”
“Iya, kalo dia mau masuk kristen tetap ada pernikahan. Tetapi, kalo q yang disuruh masuk islam nggak jadi nikah. Tapi, dia mau kita beda agama aja menurut kenyakinan kita masing-masing.”
“Loh Li, terang dan gelapkan nggak bisa bersatu.”
Sebenarnya, q merasa menyesal sekali. Coz, kita satu kota dan kampus kita nggak jauh-jauh amat sekitar 5 meter. Belakangan ini, Eli sangat sulit sekali dihubungi. Itu yang membuat aq kehilangan kontak dengan dia. Tapi, itu sudah terjadi, apa mau dikata. Q hanya bisa berdoa buat dia dan keluarganya.
Setelah itu kami diam sampai kapalnya menyandar. Setelah kapalnya nyandar, q nggak sengaja, tanganq menyentuh perutnya Eli, tetapi dia cuek aja. dan ternyata perutnya besar, tetapi q masih ragu-ragu...
Malamnya Christin sms aq dan dia mentraktir q makan pangsit. Qt makan sambil membicarakan tentang Eli. Itin sampe nggak percaya mendengar cerita itu. Lambat laun juga Itin cerita tentang Eli. Kelakuan Eli yang suka dengan cowok yang nggak terlalu dia kenal.
Beberapa hari kemudian, Dina sms aq untuk pergi ke pernikahannya. Dengan inisiatifq sendiri, q langsung aja to the point sama Dina. Coz, Dina tetangga depan dengan Eli.
“Din, benar yah Eli dah hamil?” tanyaq.
“Iya... dah 5 bulan nech! Btw, Kamu di kasih tau sama sapa?” jawab Dina.
“Dikapal q ketemu sama dia dan dia ngomong langsung. Awalnya q nggak percaya sama dia. Eh Din, katanya dia mau dilamar?” tanyaq lagi dengan polos.
“Iya! Tapi nggak tau juga nich!” jawab Dina.
Q sms Irma, “Ir, doakan Eli supaya dia nggak meninggalkan Tuhan YESUS. Tgl 6 ini dia mau dilamar dengan calon ayah bayi yang didlam kandungan Eli.”
Irma membalas sms aq, “Apa Eli mau dilamar? Sama sapa, suku apa, anak mana?”
“Manknya q satu rumah dengan dia. Cowoknya orang bugis dan orang Bpp. Dia ketemu lewat chatting. Itu aja sih yang q tau dari pacarnya Eli.” Jawabq.
“Koq Eli mau-maunya sama cowok itu. Ketemu lewat chatting lagi.” Kata Irma.
“Kita doakan saja dia.”
Kami selesai smsan dan selang beberapa hari tepatnya tanggal 7, Dina sms katanya, “Papanya Eli nggak mau Eli masuk islam. Dan papanya tetap pada pendiriannya.”
Betapa senangnya q membaca sms dari Dina, dan q balas ke Dina, “Syukur deh, Din! Dia tidak meninggalkan Tuhan Yesus dan tetap pada kenyakinannya. Q salut dengan Papanya Eli.”
“Uh... didengar orangnya nech! Btw, jangan lupa datang ke pernikahanq.” Kata Dina.
Q senang sekali, dan ketika q sms sama Irma, Riskah dan Christin. Mereka senang sekali. Sampai hari ini, q ingin sekali menjadi pembimbing buat Eli. Dia adalah temanq.
Pesanq:
Buat teman-teman yang belum pernah melakukan Seks (ML) jangan pernah melakukannya. Fren, bukan Eli aja yang jadi korban, tetapi banyak yang orang yang diluar sana yang telah menjadi korban. Fren, seks itu emang adalah anugerah yang Tuhan berikan untuk kita. Tapi ada satu hal yang mesti di perhatikan yaitu seks itu kudus tapi setelah kita sudah terikat dengan janji suci di hadapan Tuhan Yesus pada waktu kalian menikah yaitu pernikahan yang kudus.
Fren, jangan mau terpancing dengan tawaran-tawaran iblis. Kalian sudah tau, kalo iblis itu pencuri, membunuh dan membinasakan. So, kita harus hindari apa yang iblis tawarkan untuk kita. Jika ada yang bilang kepada kamu, “HARI GINI MASIH VIRGIN” anggaplah angin lalu. So hiduplah Kudus dan tetap pada hadirat Tuhan Yesus. N kamu harus mendoakan mereka yang mengatakan itu pada kamu. Kamu bilang padanya, “BUKAN KITA YANG HARUS IKUT DUNIA, TETAPI DUNIA YANG HARUS IKUT KITA”. TUHAN YESUS mengasihimu.
Fren tetap jaga kekudusan sampai kamu berada di pernikahan yang kudus. Ingat janji Tuhan untuk anak-anaknya yang selalu setia pada Dia sampai kedatangan Tuhan Yesus yang kedua.
Juga buat teman-teman yang sudah melakukan seks (ML), kalian harus bertobat. Sering iblis berkata, ”kamu kotor, kamu sudah tidak layak lagi dihadapan Tuhan dan kamu tidak berharga lagi dihadapan-Nya dan sebagainya.” Banyak anak muda yang di intimidasi oleh iblis dengan cara iblis sendiri.
Fren, jangan pernah mau mendengar kata-kata iblis. Iblis itu pembohong besar, jangan pernah percaya sama iblis. Kamu berharga dimata Tuhan Yesus (Yes. 43) dan Tuhan Yesus membuka tangan-Nya untuk memeluk kamu. Fren, DIA mengasihimu, kamu layak di hadapan-Nya.
Sudah banyak korban seks di dunia ini, terutama bagi anak-anak muda. So, kita adalah Pasukan-pasukan Iblis, kita adalah generasi muda yang dipakai Tuhan untuk menjadi terang dan garam dunia, dan menjadi berkat untuk mereka. Kita punya kuasa untuk menolak tipu daya iblis.
Bersama YESUS kita siap melakukan perkara-perkara yang besar. Akhir cerita telah kusampaikan kepada kalian. Q juga masih muda, tapi satu hal, q tetap pegang janji Yesus kepadaku.
Jadikanlah Tuhan Yesus sebagai Sahabatmu....... coz, TUHAN YESUS sudah menganggap kamu anak sekaligus sahabat buat DIA.
Created by Merry
SAHABAT
Jujur aja aku nggak punya seorang sahabat, tetapi ku nggak sendirian kan ada YESUS yang telah mau jadi sahabatku. Mungkin dari kalian yang mau jadi sahabatq juga bisa. He.. he... 100x.
“Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi saudara dalam kesukarannya.”
Ayat di atas sudah sangat jelas sekali, kalo menjadi seorang sahabat harus sperti dalam ayat di atas. Jangan tunggu senang-senang aja baru kita dekati dia.
Mengapa banyak orang yang sulit sekali mempunyai sahabat?
- Kurang percaya terhadap orang yang sudah peduli sama kita.
- Teringat masa lalu yang menyakitkan
Fren, emang sih menjalani sebuah persahabatan sangat sulit dibandingkan menjalani sebuah pertemanan. Kita enjoy, senang, tapi untuk pribadi. Kalo sahabatkan, sama memberikan solusi, keluar bareng bersama, kerjakan tugas bersama, senang sama-sama, sedih juga sama-sama, kita kerumahnya langsung mengambil minum sendiri dan makan dirumah sahabat sendiri, dll.
Bagaimana sih, caranya menjadi seorang sahabat baik?
- Mau menerima kita apa adanya dan bukan ada apanya.
Tetapi kalo kamu liat orang itu dari hatinya yang tulus dan dia mau menerima kamu apa adanya begitupun sebaliknya, maka kamu akan sahabat yang bisa mengerti kamu dan begitupun sebaliknya.
- Slalu punya waktu mendengarkan masalah-masalahmu
- Slalu memahami dirimu dan berpihak padamu disaat seluruh dunia menentangmu.
Jadi sahabat tuch, kita harus memahami apa yang diingini sahabat kita sendiri begitupun sebaliknya, jangan bersikap egois dan mau menang sendiri.
- Akan slalu memaafkan dirimu bahkan sebelum kamu sendiri yang bisa memaafkan dirimu.
Itu saja, artikel yang ku buat lain kali kita akan membahas hal-hal yang menarik lagi. Sekian dulu.....
GBU.