Juli 2007, Aku, Christin, Irma dan Eliriani janjian untuk pergi ke pernikahan teman kami, kiki kalau kita terima undangan. Kita semua tunggu undangan dari kiki, sampai H-1 pernikahan Kiki undangan belum juga datang. Tiba-tiba malamnya Irma sms kasi tau “Mer, kita di undang ke pernikahannya Kiki. Barusan aja Jannah zmz aq, katanya undangan kita ber-4 diundang ke pernikahan Kiki. Dia juga bilang g sempat kasih undangan, coz undangannya sudah habiz.”
Christin ragu-ragu karena tidak ada undangan untuk kami ber-4. Tetapi, Aku, Irma dan Eli tetap akan pergi ke sana, coz untuk menghormati teman satu kelas dulu. Kita semua menyakinkan Christin... dan akhirnya Christin mau dan besok sepulang dari gereja kita pergi sama-sama.
Besoknya, Q kerumah Christin apa yang terjadi.... dia tiba-tiba berubah pikiran.
Aq : “Loh tin! U belum siap-siapkah? Mereka sudah nunggu kita loch!” (q kaget, coz dia belum juga siap-siap)
Jujur aja q juga belum siap-siap.... he... he....
Christin : “U juga Mer, belum siap-siap. Q malu pergi kesana, coz nggak ada undangan.” (dengan polosnya dia menjawab)
Aq : “Kan qt dah diundang, tapi lewat zmz aja. Ayolah tin, Kikikan teman kita... masa’ kita nggak pergi kesana.”
Setelah hampir setengah jam menunggu jawaban dari dia, akhirnya dia juga mau pergi.
Christin : “Ya, sudah Mer. Q pake baju dulu.” (dengan nada yang polos)
Aq : “Ok, q tunggu....... tapi hbz u dah pake baju, kita kerumahq dulu mau ganti baju nech!”
Tiba-tiba aja datang Irma dan Eli. Mereka marah-marah, tetapi aku langsung bilang kalo Christin yang lama. Ha..ha...aha.......ha........1000x
Christin sudah siap dan langsung pergi kerumahq dulu. Tiba-tiba saja di perjalanan hujan yang mulai deras. Aq bawa motor ngebut dan setibanya kami di rumah. Irma dan Eli hampir jatuh dan seketika itu roknya Eli robek... ketika ia mau menahan motornya yang mau jatuh. Eli marah-marah sama Aq, Christin dan Irma. Kalo misalnya ada Ishak pasti Eli di ketawakan teruz dan diejek ma Ishak. He.. he... sory Li, mank jalannya yang begitu, jadi Cuma orang yang ahli aja yang bisa lewat disitu. Ha.. ha... ha.... ha....
Eliriani : “Ih.. kayak mana nich? Q g jadi pergi ah.. rokq robek...” (dengan polosnya Eli)
Irma : “Sudah Li dijahit aja, mumpung kita lagi hujan dan kita juga dirumahnya Merry.”
Eliriani : “Masa’ aku buka rok disini! Yang benar aja Ir.”
Irma : “Kayaknya nggak ada orang dirumah Merry. Mer da sapa dirumahmu.”
Aq : “Da kakakq, tapi dia lagi tidur.”
Sebenarnya kakakq bangun, gara-gara kita ribut dan dia terbangun. Nggak taunya dia juga dengar dan dia ketawa... wakakkkk.... wakakkkk
Merry : “Pake rokq aja li! Nanti u kembalikan.... (kataq dengan menawarkan)
Eliriani : “Nggak kebesarankah?”
Aq : “Coba aja dulu, sapa tau pas.”
Eli mencoba dan ternyata rokq pas dipinggang dia walaupun longgar dikit sih... ha... ha.... Setelah hujan mulai reda walaupun masih gerimis. Kami memutuskan untuk pergi. Tapi, q beli dulu bensin. Pas di jualan bensin, tiba-tiba hujannya mulai deras. Q sama Christin tidak kebasahan. Kasihan Eli sama Irma, mereka kehujanan dan baju mereka basah dan mereka berteduh dulu di gapuranya Rani....
Hujan benar-benar berhenti, Q dan Christin memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami. Kami bertemu Irma dan Eli di jalan dan kami mendatangi mereka. Mereka kebasahan dan spontan Q langsung ketawa terbahak-bahak..
Aq : “Ha.... ha... ha... 10x.” Jujur q nggak bisa menghentikan ketawaq.
Irma : “Senang betul liat teman menderita.”
Christin : “Kalian koq bisa sampe basah begini?” (Tanya itin dengan polosnya)
Irma : “Kita tadi nungguin kalian... eh kalian malah asyik berteduh. Untung ada gapura jadi kita berteduh.”
Aq : “Ayo sudah! Nanti acaranya selesai.”
Kita semua menuju arah gedung Rimba Indah. Kita sudah didepan gedung, tiba-tiba eli berniat untuk tidak jadi kesana. Tanggung sekali, dah di depan tinggal masuk dan dah diliat sama pagar ayu. Kami masuk dan salaman dengan pagar ayu... ternyata pagar ayunya adalah teman sdq... wah senang banget dah lama kita g ketemu, sejak lulusan SD.
Christin : “Mer, kamu masih ingat dengan ini?”
Aq : “Nggak kenal tuch!” (he.. he.. q benar-benar dah lupa dengan mereka kecuali Vivi Arfianti)
Seperti biasa, kebiasaan Zenita nggak berubah.
Zenita : “Masa’ kamu nggak ingat ma aq? Aq zenita.”
Aq : “Oh..... Zenita.... kalo ni Dian n Vivi. Kalo ini ber2 q tau tapi kalo yang ini q nggak tau.....”
Kami masuk dan ditemani oleh Jannah dan Pipit. Kami disuruh nyantap makanan yang di sediakan. Ni yang kami tunggu-tunggu sejak dari tadi. Kami menyantap hidangan yang telah disediakan untuk tamu.
Setelah kami selesai makan. Seperti biasa kami foto-foto. Waktu kami lagi asyik foto-foto, tiba-tiba saja banyak orang yang melihat kita. Maklum kitakan narsis banget dan kami ribut pula.
Kami semua naik keatas dan salaman dengan kiki dan suaminya. Kami foto-foto dan langsung pulang. Kami berhenti dulu di sebuah menara dan seperti biasa kita foto-foto lagi......
Tidak ada komentar:
Posting Komentar