Favor of GOD

Laman

Sabtu, 22 Januari 2011

Mantan Presiden AS Menjadi Relawan Di Umur 86 Tahun

Ketika Jimmy Carter masih menjabat sebagai presiden Amerika Serikat, Tymeerah Butts (26), penduduk Kota Dundalk ini masih belum lahir. Tetapi dia bisa mengatakan kepada tamu yang bakal menjadi penyewa rumahnya itu, bahwa kusen jendela rumah yang dia tinggali itu dibuat oleh mantan presiden Amerika Serikat, Jimmy Carter.

Menurut berita yang dilaporkan surat kabar Baltimore Sun (5/10) lalu, Carter bersama 300 relawan lainnya mengikuti program amal selama satu minggu yang diselenggarakan perusahaan pengembang "Habitat for Humanity," untuk merenovasi rumah-rumah di Kota Baltimore dan Annapolis. Pengembang ini, sebuah perusahaan yang pergerakannya selalu diikuti mantan Presiden Carter secara aktif setelah jabatannya berakhir.

Carter bersama isterinya, Rosalynn, telah mengunjungi Massachusetts, Washington, Birmingham yang berada di Alabama serta Minneapolis dan St. Paul yang berada di Minnesota. Dia telah merenovasi 86 rumah, jumlah tersebut mempunyai arti penting, Jumat (8/10) dia merayakan hari ulang tahunnya yang ke-86. Di daerah McElderry Park, Kota Baltimore, Carter mengenakan celana jeans dan membawa kantong peralatan. Bersama relawan lainnya, ia mengukur dan menggergaji kayu. Sebelumnya, dia juga membantu merenovasi rumah di Jalan Clay Street, Kota Annapolis.

Sebelum berkunjung ke Massachusetts, Carter dirawat rumah sakit Cleveland satu malam karena radang usus, yang mengundang perhatian seluruh dunia. Ketika diwawancarai wartawan, Carter menyatakan bahwa dia sudah sembuh total. Carter lulusan Akademi AL Amerika Serikat di Kota Annapolis, Massachusetts. Dia berbagi kenangan tentang Baltimore yang ada dalam ingatannya, secara khusus menyebutkan bahwa Kota Baltimore telah mengalami kemajuan sangat pesat.

Beberapa puluh tahun yang lalu ketika Carter masih sebagai perwira AL, dia pernah pergi ke Kota Baltimore, San Diego dan Pittsburgh. Menurutnya Kota Baltimore ketika itu masih kurang indah, tapi kini telah memiliki sungai dan pelabuhan yang lebih bersih serta perbaikan lingkungan dalam bidang-bidang lain yang patut dibanggakan. Ketika "Habitat for Humanity" baru didirikan, para relawan membangun rumah-rumah tinggal yang dibutuhkan keluarga kurang mampu. Beberapa tahun belakangan ini, mereka merenovasi perumahan untuk memperingan pengaruh yang disebabkan krisis ekonomi. "Habitat for Humanity" mengutamakan rumah-rumah kosong yang tengah dilelang bank.

Para calon pemilik rumah yang memenuhi syarat, berjanji kepada "Habitat for Humanity" untuk bekerja secara sukarela selama 300 jam, serta mengikuti mata pelajaran selama 50 jam di Homebuyers College yang disediakan "Habitat for Humanity." Biasanya harga rumah yang ditawarkan sebesar 100.000 dollar AS. Para pemilik rumah menikmati pinjaman tanpa bunga dan membayarnya dengan angsuran. Setiap bulan, mereka harus membayar uang angsuran sejumlah 500 dollar AS. Christopher Falkenhagen, manager "Habitat for Humanity" menyatakan, bahwa perusahannya di Maryland Chesapeake telah mendapatkan dana sumbangan sebesar 800.000 dollar AS bagi Baltimore dan Annapolis.

Setiap orang harus memberikan uang jaminan sebesar 1.000 dollar AS, agar bisa kerja bakti bersama Carter, atau memberikan uang jaminan sebesar 500 dollar AS untuk mengikuti program lain di akhir pekan. Carter menyambut para calon pemilik rumah yang berada di lokasi jalan 2.400 Jefferson, serta memberikan setiap orang sebuah Alkitab yang telah dibubuhi tanda tangan Carter dan isterinya.

Setiap orang harus memberikan uang jaminan sebesar 1.000 dollar AS, agar bisa kerja bakti bersama Carter, atau memberikan uang jaminan sebesar 500 dollar AS untuk mengikuti program lain di akhir pekan. Carter menyambut para calon pemilik rumah yang berada di lokasi jalan 2.400 Jefferson, serta memberikan setiap orang sebuah Alkitab yang telah dibubuhi tanda tangan Carter dan isterinya.

Kisah Dibalik Suksesnya Orang Buta Mendaki Gunung Everest

Eric Alexander bertemu dengan Erik Weihenmayer (Erik W) ketika teman sekamar Eric, Darol yang menggunakan kursi roda mengijinkan Erik W untuk menginap setelah melakukan ekspedisi ski, Kedua Eric ini akhirnya menemukan bahwa keduanya memiliki hasrat yang sama dalam pendakian dan memulai dengan mendaki gunung Vail yang ada di daerah mereka.

Dalam salah satu pendakian, Eric menerima ajakan Erik W untuk menjadi penunjuk jalan dalam ekspedisinya ke pegunungan Everest. Sebelumnya Eric sudah berprofesi sebagai pendaki. Dia juga bekerja dengan para pemain ski yang buta di sebuah resort. Pada 25 Mei 2001, Eric dan 19 anggota pendakian membuat sejarah dengan mendaki gunung Everest, gunung tertinggi di dunia pada ketinggian 29.035 kaki. Pendakian ini adalah salah satu pendakian yang paling berhasil. Bahkan Majalah Time meliput kisah mereka, karena ini adalah pertama kalinya orang buta berhasil mendaki gunung Everest.

Eric mengatakan bahwa Erik W adalah orang yang memiliki visi. Tim Everest mereka bukanlah sekelompok orang biasa. Banyak orang yang mendaki gunung Everest berakhir gagal atau tewas.

Itu merupakan kerja tim. Eric telah menjadi mata bagi Erik W, dan Erik W adalah dukungan semangat bagi Eric. Eric mengatakan bahwa dia tidak akan berhasil melakukan pendakian tanpa Erik W. Dalam pendakian Everest tersebut mereka menghadapi banyak hal. Hal ini juga berkaitan dengan hubungan dalam tim. Eric mengatakan bahwa setelah pendakian, tim pendaki merasa beruntung bahwa mereka masih saling terhubung, dan hal ini tidak selalu terjadi.

Di tahun 2002, Eric dan Erik W pergi ke Rusia dan mendaki gunung Elbrus dengan ketinggian 18.500 kaki dan lagi sukses mendaki gunung Kosciusko, di Australia – dua lagi dari tujug pertemuan (tujuah titik tertinggi di tujuh benua). Apalagi mereka turun dari puncak itu dengan ski – ini membuat pertama kalinya orang buta turun dari puncak gunung dengan ski.

Salah satu ayat kunci yang di pegang Eric adalah Pengkotbah 4:9-12, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya! Juga kalau orang tidur berdua, mereka menjadi panas, tetapi bagaimana seorang saja dapat menjadi panas? Dan bilamana seorang dapat dialahkan, dua orang akan dapat bertahan. Tali tiga lembar tak mudah diputuskan.” Kerja tim sangat penting dalam pendakian Everest dan ayat itu menjadi nyata. Berikut adalah beberapa pelajaran kunci yang Eric pelajari dari pendakian tersebut:

Keberanian – Keberanian untuk melayani sesame. Tipe keberanian ini memaksa Anda untuk keluar dari zona nyaman dan percaya bahwa ada sesuatu yang lebih besar dari diri Anda sendiri. Anda mengorbankan diri Anda sendiri untuk kebaikan orang lain (seperti dalam militer, untuk melayani dan melindungi). Bagi Eric contoh dari hal ini adalah ketika ia memandu Erik W melewati beberapa tantangan. Pada saat itu, yang terpenting bagi Eric adalah melihat Erik W berhasil.

Percaya – Karena Erik W buta, rasa percayanya lebih besar. Di memegang kata-kata Eric dan percaya bahwa Eric melakukan yang terbaik baginya. Eric menyamakan hal itu seperti ia mempercayai Tuhan – memiliki iman dan percaya kepada-Nya. Sekalipun kita tidak bisa melihat dan jalanan terjal harus dilalui, percayalah bahwa Tuhan melakukan yang terbaik bagi kita.

Kerja tim/Kesatuan – sebuah kerja tim tidak dapat dilakukan tanpa kerjasama.

Ketekunan – sebuah contoh adalah ketika mereka berada di perkemahan ke 5, hampir mendekati puncak Gunung Everest. Pemimpin kelompok lain mencoba membuat semangat mereka melemah ketika mereka hampir tiba di puncak. Tim Eric tekun untuk menolak hal itu. Mereka terus mendaki sekalipun yang mereka lihat hanya salju sepanjang jalan. Selain itu Eric juga harus bergulat dengan rasa takutnya yang sejak lama menghantuinya (dia pernah mengalami HAPE – munculnya cairan di paru-paru karena berada di datarang yang tinggi). Tetapi, dia berhasil mengatasi ketakutannya dan berhasil mendaki hingga ketinggian 26.000 kaki tanpa bantuan oksigen.

Kepemimpinan – Eric belajar tentang memimpin diri sendiri ketika pemimpin tim Pasquale harus turun ketika mencapai perkemahan ke 4. Dia terlalu lelah dan kakinya sakit, tetapi dia mengorbankan rasa sakitnya untuk mencapai puncak untuk kebaikan orang lain dalam tim. Dan juga, Eric belajar bahwa di tim mereka ada pemimpin yang berbeda di tiap keadaan dengan gaya kepemimpinan masing-masing.

Source : CBN

Calvin Klein, Sejak Kecil Suka Menjahit

Sebagai salah satu nama besar di dunia fashion, cerita tentang keberhasilan Calvin Klein adalah tentang seorang anak laki-laki yang menemukan apa yang menjadi hasrat terbesarnya di usia muda. Klein dilahirkan pada 19 November 1942, di Bronx, New York. Dia berasal dari keluarga kelas menengah keturunan imigran Yahudi Hungaria. Jika anak-anak lain bermain bola di jalan, Klein lebih memilih berada dirumah dan melatih kemampuannya menjahit dan membuat sketsa disain selama berjam-jam. Orangtuanya sendiri tidak pernah tahu bagaimana ia mendapatkan i talenta dan ketertarikan di bidang fashion, namun mereka senang melihat Klein bertumbuh dengan hal tersebut.

Lulus dari Sekolah Seni dan Industri, Klein memenangkan tempat di Fashion Institute of Technology, dimana dia lulus saat ia berumur 20 tahun dan menjadi lulusan termuda sepanjang sejarah kampus tersebut.

Setelah lulus, Klein magang pada produsen mantel, dan masih bekerja di toko-toko di New York selama lima tahun kemudian.

Sekalipun Klein senang mendapatkan bayaran atas hasil kerjanya, namun dia tahu bahwa dia tidak ingin menghabiskan sisa hidupnya untuk mendisain pakaian bagi orang lain. Untuk itu, di tahun 1968, dengan bantuan keuangan dari teman masa kecilnya, Klein memulai usahanya sendiri, Calvin Klein Ltd. Ia membuka toko mantel di sebuah hotel di New York, dan ketika seorang pembeli dari sebuah pasar swalayan ekslusif tersasar ke lantai hotel yang salah dan melihat hasil desain Klein, ia mendapatkan pesanan sebesar $ 50.000.

Pesanan itu mengubah kehidupan Calvin Klein selamanya. Sejak itu, desiner berkebangsaan Amerika ini melakukan ekspansi dengan memproduksi pakaian olahraga, jas klasik, bahkan pakaian dalam wanita. Dengan ciri khas desainnya, nama Klein segera menjadi buah bibir di New York. Dan selama tiga tahun berturut-turut, dia menjadi desiner termuda dalam sejarah yang memenangkan penghargaan Coty American Fashion Critics’ Award, sebuah penghargaan yang setara dengan Oscar dalam dunia fashion.

Ketika tiba di tahun 1977, Calvin Klein Ltd, telah meraub keuntungan 30 juta dolar. Selain itu perusahaan tersebut juga telah memperluas ekspansi dengan menghasilkan berbagai produk seperti sepatu, kacamata, ikat pinggang, dan banyak lagi lainnya. Dan hanya 4 tahun setelah itu, pemasukan tahunan Klein melonjak hingga mencapai 8.5 juta dolar, dan terus bertumbuh melewati tahun 1980an.

Bagaimanapun, tidak ada yang terlihat selalu bagus. Masalah keuangan, penjualan rendah, dan juga hubungan yang memanas dengan para pemegang hak paten, membuat dia harus mengalami kebangkrutan di tahun 1992. Sekalipun perusahaan itu berhasil bangkit berkat keberhasilan pada penjualan pakaian dalam dan juga minyak wangi, Klein mengumumkan pada tahun 1999 menjual usahanya. Tiga tahun kemudia, perusahaan itu dibeli oleh pembuat pakaian Phillips Van Heusen sebesar 400 juta dolar tunai, dan 30 dolar dalam bentuk saham dan lisensi untuk 15 tahun kedepan.

Kisah Calvin Klein ini adalah sebuah inspirasi bagaimana seseorang mengelola bakat dan talentanya sejak muda dan juga kesediaan untuk bekerja keras untuk mengejar mimpinya.

Source : Evancarmichael.com

Senin, 03 Januari 2011

Sarapan Tepat, Tubuh Sehat

PEMILIHAN jenis sarapan yang tepat sangat penting dalam memengaruhi kesehatan tubuh seseorang. Pilihlah jenis makanan yang memiliki kadar glycemic index (GI) yang rendah saat makan pagi atau sebagai camilan.

Tak peduli seberapa sibuknya Anda, sarapan atau makan pagi banyak memberikan manfaat bagi tubuh. Mungkin tak banyak orang menyadari bahwa sebenarnya sarapan adalah salah satu rahasia untuk menjaga kesehatan. Fungsi sarapan, di antaranya memberikan modal energi kepada Anda untuk beraktivitas sepanjang hari. Anda tidak akan merasa lesu atau disibukkan oleh perut yang kelaparan.

Namun, untuk mendapatkan sarapan yang efektif perlu diketahui jurus 3J yakni jadwal, jenis, dan jumlah. Jadwal berarti sarapan merupakan salah satu waktu makan di pagi hari yang tidak boleh dilewatkan, sama pentingnya dengan makan siang dan makan malam. Idealnya, dilakukan satu jam setelah bangun tidur karena pada waktu itu metabolisme tubuh paling mendukung.

Sementara jenis adalah variasi makanan yang akan dikonsumsi. Pola makan yang baik harus memenuhi konsep gizi seimbang dengan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan seseorang. Sementara jumlah, mengacu pada berapa banyak makanan yang dihabiskan pada saat sarapan.

“Total asupan zat gizi yang harus dikonsumsi setiap orang berbeda-beda bergantung pada kondisi fisiologi tubuh dan aktivitas sehari-hari,” kata ahli teknologi pangan dan gizi dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Made Astawan MS saat pemaparan penelitian mengenai Second Meal Effect di Kuningan Suites, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam penelitiannya, Made membahas mengenai pengaruh jenis makanan yang dikonsumsi pada saat sarapan terhadap profil gula darah setelah makan siang. Penelitian soal ini, hingga sekarang, memang belum pernah dilakukan di Indonesia. Dia mengikutsertakan 20 responden yang mengikuti studinya selama dua bulan.

Dalam masa studi, masing-masing partisipan diberikan menu sarapan berbeda secara bergantian. Minggu pertama, roti cokelat sebanyak 100 gram. Kemudian minggu kedua diberikan camilan sehat berbentuk fruit soy bar sebanyak 100 gram. Pada minggu ketiga tidak diberikan sarapan apa pun. Siang harinya, mereka diberi menu makan siang, yaitu nasi uduk dengan porsi 125 gram.

Hasilnya, saat para responden tidak diberikan sarapan, mereka cenderung makan nasi uduk dalam porsi yang lebih banyak atau meminta tambahan makanan karena merasa perut belum kenyang. Begitu juga ketika makan roti cokelat, mereka makan dalam jumlah besar. Sementara saat sarapan dengan mengonsumsi fruit soy bar,mereka cukup makan sesuai dengan porsi yang ditentukan.

Hal ini, kata dia, terkait dengan kadar glycemic index (GI) yang dikandung pada kedua jenis makanan tadi. GI sendiri adalah laju kenaikan gula darah pada skala 0–100 setelah mengonsumsi pangan berkarbohidrat. Diketahui, karbohidrat yang mudah dicerna menghasilkan GI tinggi sehingga kenaikan glukosa darah cepat dan tinggi. Sementara karbohidrat yang lambat dicerna menghasilkan GI rendah sehingga kenaikan glukosa darah lambat dan rendah.

“Terigu dalam roti cokelat mengandung kadar GI yang tinggi sehingga mudah dicerna tubuh dan cepat pula menimbulkan rasa lapar. Jadi, tidak heran pada saat makan siang membutuhkan porsi besar. Sebaliknya, camilan semisal fruit soy bar yang kadar GI-nya rendah, dapat mencegah kita makan secara berlebihan saat makan siang sehingga menjaga perut tetap kenyang,” ujar Made.

Made menuturkan, tidak berlebihan saat mengonsumsi makan siang tentu saja berefek pada tubuh sehingga mempertahankan berat badan serta berguna untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit degeneratif, seperti hipertensi, atherosclerosis, penyakit jantung koroner, stroke, diabetes, dan lainnya. Selain itu, makanan dengan kadar GI rendah juga baik bagi penderita diabetes yang perlu menjaga kestabilan kadar gula darah.

“Ini juga berlaku pada jenis camilan, bukan hanya sarapan. Jenis camilan yang low GI dapat mempertahankan tubuh tetap kenyang sehingga makan siangnya tidak akan berlebihan,” katanya.

Menurut Made, tidak semua pangan dengan kadar GI tinggi tidak baik. Jenis makanan ini boleh dikonsumsi saat berbuka puasa atau usai berolahraga yang berat. Karena pada saat seperti itu, tubuh biasanya membutuhkan peningkatan stamina dan energi yang lebih cepat.

Pendiri komunitas memasak sehat Mom Can Cook, Rina Poerwadi mengatakan, pentingnya menerapkan pola makan yang sehat setiap hari, salah satunya dengan membiasakan sarapan di pagi hari. Jika tidak, ujar dia, energi yang didapat tubuh akan berkurang saat beraktivitas di siang hari.

Menerapkan pola makan sehat, kata Rina, memang tidak mudah karena begitu banyaknya kesibukan yang musti dilakoni. Karena itu, dia menyatakan boleh-boleh saja jika seseorang beralih mengonsumsi camilan atau ngemil ketika rasa lapar datang. Namun yang pasti, harus memperhatikan jenis camilan apa yang akan dikonsumsi agar dapat mempertahankan gaya hidup sehat setiap hari.

“Ngemil memang dianjurkan di selasela antara makan pagi dan setelah makan siang. Biasanya pukul 10 pagi atau jam 3 sore, kita bisa menikmati camilan. Namun, pilihlah jenis makanan yang mengandung kadar GI rendah yang dapat menimbulkan rasa kenyang lebih lama. Jangan menunggu sampai lapar banget karena kalau kelaparan, kita cenderung akan makan banyak dan makanannya cenderung high GI,” ungkap Rina.

(Koran SI/Koran SI/ftr)

Cegah Kardiovaskuler Akibat Artristis Reumatoid

SEBANYAK 70 persen pasien artritis reumatoid (AR) meninggal akibat komplikasi kardiovaskular. Sebaiknya cegah AR sedini mungkin. Nah bagaimana mengenali gejala dan mencegahnya?
Artritis reumatoid (AR) adalah suatu penyakit autoimun progresif yang ditandai dengan peradangan pada membran persendian.

Penyakit ini tidak hanya menyerang sendi, tetapi juga bagian tubuh lainnya. Penyakit yang dalam istilah awamnya dikenal dengan penyakit sendi ini dialami oleh penderita yang umumnya merasakan peradangan yang menyebabkan kerusakan pada sendi. Penderita juga mengalami rasa nyeri, kaku, dan pembengkakan yang pada akhirnya mengarah pada kerusakan sendi yang tidak dapat diperbaiki serta kecacatan.

Bila tidak segera diatasi, penyakit ini bisa membuat penderitanya mengalami kecacatan permanen yang tidak bisa disembuhkan.

”Penyakit ini bahkan bisa menyebabkan kematian,” kata guru besar Divisi Reumatologi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI, Prof Dr dr Harry Isbagio SpPD K-R K-GER.

Harry menegaskan, dampak kecacatan yang ditimbulkan dari penyakit ini, menghilangkan 50 persen pendapatan selama hidup baik untuk membeli obat, membeli sesuatu yang seharusnya tidak perlu. Diperkirakan 40 persen hingga 85 persen pasien penyakit ini tidak mampu bekerja apabila tidak diterapi secara tepat.

”Bila dibiarkan dan tidak diobati, kerusakan sendi sudah mulai terjadi pada 6 bulan pertama. Kecacatan terjadi pada 2–3 tahun,” paparnya dalam acara media workshop mengenai pentingnya terapi AR untuk mencegah dampak sistemik yang diadakan oleh PT Roche Indonesia beberapa waktu lalu.

AR diperkirakan menimpa lebih dari 21 juta orang di dunia atau secara global, 20–300 orang dari 100.000 orang/tahun terkena AR. Di Indonesia diperkirakan jumlah penderita mencapai 360.000 pasien. Saat ini prevalensi penyakit AR diperkirakan menyerang untuk 0,1–0,3 persen orang dewasa atau di atas usia 18 tahun, berbeda pada anak remaja, penyakit ini menyerang satu di antara 100.000.

”Angka AR di Indonesia tidak tinggi dibanding di negara lainnya, angka yang lebih besar ditemukan di Jepang, Pakistan, dan India,” ujar pakar reumatologi Indonesia ini.
Penyakit ini memiliki beberapa gejala sistemik yang disertai juga dengan rasa lelah, anemia, osteoporosis dan dapat menurunkan harapan hidup dengan mempengaruhi sistem organ-organ penting.

”Salah satu dampak komplikasi sistemik pada pasien AR adalah risiko terkena penyakit kardiovaskular,” ungkap staf pengajar Subbagian Reumatologi Bagian Ilmu Penyakit Dalam FK Unpad/RS Hasan Sadikin Bandung, dr Laniyati Hamijoyo SpPD-KR.
Lebih jauh dokter yang akrab disapa dr Lani ini mengatakan, dalam jangka panjang, AR tidak hanya menyebabkan peradangan dan perusakan sendi, namun juga menyebabkan berbagai komplikasi yang berdampak pada tubuh, termasuk meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Hal penting sehubungan dengan penyakit kardiovaskular yang perlu diperhatikan oleh pasien adalah risiko terkena serangan jantung ketika pasien sudah terdiagnosa AR.
Jika dibandingkan dengan orang yang sehat, dampak tersebut dapat mengurangi angka harapan hidup pasien sebanyak 5–10 tahun. Sebuah data menunjukkan sebanyak 70 persen pasien AR meninggal disebabkan oleh komplikasi kardiovaskular.

”Penyakit kardiovaskular merupakan salah satu penyebab utama peningkatan kematian pada pasien AR,” ungkap dia.

Studi terbaru menunjukkan, 27 persen pasien AR menunjukkan gejala klinis gangguan kardiovaskular. Hal itu disebabkan kejadian kardiovaskular berhubungan langsung dengan peningkatan peradangan sistemik yang terjadi di luar sendi.

Itu sebabnya, jika menemukan gejala atau gambaran klinis AR, segera periksakan ke dokter. Karena jika tidak segera ditangani, penyakit yang juga sering disebut si pencuri kehidupan ini akan memberi dampak yang luar biasa, mulai dari kerugian dari sisi ekonomi, ketidaknyamanan, kecacatan, disabilitas, hingga kematian.

”Nyeri sendi juga bisa disebabkan oleh penyakit di luar rematik, seperti penyakit leukemia atau lupus. Segera berobat ke dokter jika nyeri sendi sudah berlangsung terus-menerus selama 6 minggu karena itu bisa jadi gejala AR,” saran Harry.

Berkaitan dengan menekan kejadian AR, dilakukan penelitian klinis tocilizumab, sebagai terapi biologi lini pertama, pada artritis reumatoid di Indonesia. Tocilizumab merupakan penghambat reseptor IL-6 (interleukin six), yang telah disetujui penggunaannya berdasarkan penelitian klinis yang saat ini merupakan yang terbesar pada AR.


Tocilizumab telah diteliti pada 5 uji klinik multinasional fase 3, yang melibatkan lebih dari 4.000 pasien sehingga menjadikannya uji klinik terbesar untuk artritis reumatoid sampai saat ini. Penelitian yang disponsori oleh Roche ini menunjukkan bahwa tocilizumab - terapi tunggal atau dikombinasikan dengan methotrexate atau DMARDs (Disease Modifying Arthritis Rheumatoid Drug) lain– bila dibandingkan dengan DMARD saja, secara bermakna lebih baik dalam hal mengurangi gejala atau tanda-tanda artritis reumatoid, menghambat progresivitas penyakit, dan mengurangi komplikasi sistemik pada pasien AR.