Favor of GOD

Laman

Jumat, 20 Agustus 2010

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konfrensi Tranformasi Asia Pasifik

Tranformasi, adalah kata yang telah di dengung-dengungkan diantara gereja-gereja di Indonesia beberapa tahun terakhir. Namun kali ini, Indonesia bukan hanya mempersiapkan dan berdoa untuk tranformasi bangsa ini saja, namun juga bersiap untuk transformasi dalam lingkup yang lebih luas dengan menjadi tuan rumah konfrensi transformasi Asia Pasifik (Asia Pasific Transformation Confrence).

Konfrensi dengan tema “Arise and Build the Nation” dan sub tema “Nation transformation through education, empowerment and national’s moral & spiritual enchancement” ini mengajak pemimpin-pemimpin Kristen di daerah Asia Pasifik dari berbagai bidang untuk duduk bersama dan terlibat dalam mewujudkan tranformasi. Rencananya konfresi APTC ini akan diselenggarakan pada 10 – 13 Oktober 2010, di City Tower – Jakarta.

APTC sendiri merupakan salah satu program dari kegerakan Transform World (TW) yang telah di luncurkan di Indonesia sejak tahun 2005. Sejak itu kegerakan ini terus menyebar ke berbagai negara di kawasan seperti kawasan Asia Tenggara, Selatan Asia, Korea, Amerika, Amerika Latin, Afrika, dll.

Setelah konfrensi APTC ini, rencananya akan diteruskan dengan South-East Asia Prayer Consultation (SEAPC) 2010 pada 13-15 Oktober di Puncak, Bogor. Acara konsultasi doa se Asia Tenggara ini akan digabung dengan konfrensi nasional Jaringan Doa Nasional Indonesia. Melalui hal ini, maka akan menjadi tonggak bersejarah dimana negara-negara kawasan Asia Pasifik bergandeng tangan untuk mewujudkan transformasi di wilayahnya. Mari kita dukung terwujudnya tranformasi di Indonesia dan bangsa-bangsa.

Source : Jawaban.com

Jumat, 23 Juli 2010

Dilarang Ibadah dan Disandera, Jemaat HKBP Lapor Polisi

Tekanan terhadap gereja terjadi kembali, kali ini dialami oleh jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi. Saat usai melakukan ibadah pada hari Minggu (18/7) pagi, jemaat disandera oleh sekelompok orang dan melarang mereka untuk beribadah. Menanggapi hal ini, jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah pun melapor ke Mabes Polri.

Menurut penutura Pendeta L Simanjuntak, sekitar 600 orang datang dan melarang jemaat beribadah di RT 03/ RW 06 Kampung Ciketing, Kelurahan Mustikan Jaya, Bekasi. Selain itu jemaat pun disandera sekitar satu jam lamanya.

Sebenarnya tempat ibadah yang sekarang adalah tempat kedua setelah gereja tersebut dilarang mengadakan ibadah di Jalan Puyuh, Kelurahan Mustika Jaya pada Desember 2009. Bahkan Pemerintah Kota Bekasi menyegel tempat ibadah tersebut pada Maret 2010.

Setelah penyegelan, diadakan pertemuan antara pemkot, Polres Bekasi dan instansi terkait. Salah satu hasil kesepakatan ibadah dipindahkan ke sebuah tempat milik pribadi, tetapi jemaat tetap dilarang beribadah. Pada Sabtu (10/7) lalu ada sekelompok orang dengan atribus ormas tertentu membentangkan tiga spanduk menolak adanya gereja di wilayah tersebut.

“Sebelum dan selama ibadah berlangsung, mereka berteriak-teriak agar jemaat bubar dan jangan melakukan ibadah di lokasi. Mereka berteriak sambil memukuli seng dan kaleng bekas," demikian ungkap Pendeta Simanjuntak.

Yang sangat disayangkan oleh jemaat dan Pendeta Simanjuntak adalah anggota Polres datang dan meminta ibadah jangan dilakukan lagi di lokasi terebut karena massa yang menolak jumlahnya banyak. Menurut pandangan Pendeta Simanjuntak, seharusnya polisi melindungi mereka dan membubarkan massa. Hal ini menurutnya merupakan pelanggaran hak asasi.

Jemaat dan pengurus Gereja HKBP Pondok Timur Indah yang melapor ke Gedung Bareskrim Mabes Polri sekitar 30 orang melakukan ibadah di halaman Gedung Bareskrim sebelum melapor. Hal ini memicu ketegangan dengan anggota polisi yang sempat melarang hal tersebut. Seorang anggota satuan yang berpakaian sipil sempat melarang dengan alasan di dalam sedang rapat, bahkan sempat mengatakan pada petugas di dalam sentra pelayanan kepolisian agar jangan menerima laporan mereka.

Sulitnya mendapatkan ijin mendirikan tempat beribadah dan tekanan dari kelompok-kelompok tertentu telah mencederai kebebasan beragama yang dijamin oleh UUD 45. Penutupan, penyegelan dan perusakan rumah ibadah atas nama agama tertentu sudah sering terjadi, namun pihak kepolisian seperti tidak berdaya dan tidak melakukan tindakan tegas terhadap kejadian seperti ini. Mari kita berikan dukungan doa serta moril bagi umat Tuhan yang sedang mengalami tekanan dan aniaya.

Source : Kompas.com

Pendapat Yousef dan Ahli Islam atas Mesjid di Ground Zero

Sampai saat ini perdebatan tentang pembuatan mesjid di wilayah Ground Zero masih diperdebatkan. Beberapa ahli dalam agama Islam, termasuk penulis buku ‘Son of Hamas’ menolak ide untuk membangun mega mesjid di dekat Ground Zero karena mereka mengatakan bahwa motivasinya adalah politik bukan pemulihan.

“Kenapa daerah tersebut yang malah dipilih? Apakah karena kebutuhan akan mesjid senilai $100 juta itu begitu mendesak? Apakah karena Taman 45-47 itu satu-satunya tempat terakhir di Manhattan yang bisa dipakai untuk membangun mesjid?” kata Mosab Hassan Yousef, penulis buku ‘Son of Hamas’ dalam blognya.

“Tidak. Karena itu akan menjadi politik yang begitu kuat dan juga pernyataan keagamaan.” Yousef, seperti beberapa umat Kristen yang mengerti tentang ke-Islam-an, memperingati bahwa alasan mereka tidaklah tepat dan hal ini sama seperti mempromosikan toleransi yang terlalu besar. Sama artinya dengan menyetujui pernyataan Muslim ekstrem yang membom World Trade Center dan membunuh ribuan penduduk Amerika tahun 2001.

“Jika Cordoba dan organisasi Muslim lainnya di Amerika ingin melakukan ‘sesuatu yang baik dan besar’, lebih baik mereka membangun rumah sakit daripada mesjid.”, kata Yousef, dimana ayahnya merupakan salah satu pemimpin dari teroris Palestina grup Hamas. “Bangun sesuatu yang dapat membantu keluarga korban 9/11. Lakukan sesuatu yang produktif untuk kemanusiaan secara umum, daripada menantang kebebasan dan membuat orang-orang bingung tentang ke-Islam-an.”

Salah seorang teologia yang sudah mempelajari Islam selama 40 tahun, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan bahwa misi Islam berhubungan dengan menanamkan kebudayaan Islam di tempat yang strategis seperti Ground Zero. “Ground Zero merupakan tempat bersejarah bagi Amerika sama seperti kematian John F. Kennedy, yang tidak akan pernah lepas dari kenangan manusia. Dengan dibangunnya mesjid di lokasi yang paling dekat dengan itu, adalah ancaman bagi sejarah karena menunjukkan Islam secara nyata ke penjuru dunia, bahwa mereka berkuasa, bahwa mereka sudah menguasai daerah Barat dunia (Amerika).”

Saat ini, Cordoba dan American Society for Muslim Advancement telah memiliki gedung di lokasi 45-47 setelah membayar $4.85 juta secara tunai kepada Soho Properties, sebuah perusahaan pembangunan Muslim tahun lalu. Saat ini bangunan itu telah digunakan sebagai tempat pertemuan dan tempat berdoa. Komisi New York akan melakukan voting pada bulan Agustus di lokasi bekas bangunan 45-47 tersebut.

Minggu, 21 Maret 2010

Kesaksian Tentang Kristus

Hari-hari ini banyak orang dari agama lain, menyatakan dirinya bahwa mereka adalah pengikut Kristus dan menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan Juruselamat pribadi mereka.

seperti halnya kemarin Nania telah bersaksi bagaimana Tuhan Yesus menampakkan diri-Nya kepada Nania, dan yang baru-baru heboh belakangan ini adalah anak dari Tokoh Pejuang Hamas menyatakan bahwa dirinya telah menjadi pengikut Kristus. dan masih banyak lagi orang-orang yang telah melihat kasih karunia dan kebaikan TUHAN dalam hidup mereka.

Selanjutnya kita yang telah lahir dari keluarga kristen dan menerima Yesus tetapi kita sendiri tidak menjadi saksi Kristus bahkan kebanyakan diantara kita menjadi batu sandungan bagi orang lain. ini waktunya kita bangkit dan menjadi orang yang selalu merangkul mereka yang terhilang. jangan sampai banyak diantara mereka merasakan kehilangan orang-orang di sekitarnya.

So, apakah kita harus berdiam diri saja or menjadi saksi Kristus??????

Rabu, 02 Desember 2009

Film ‘Blind Side’ Membuat para Pemerannya Berpikir Ulang Akan Kekristenan

Film Blind Side secara kukuh menyelesaikan akhir pekan ini dengan menduduki box office sebagai film yang bertemakan olahraga baru dan menggambarkan kehidupan sebuah keluarga Kristen.

Film yang dibintangi aktris Sandra Bullock dan penyanyi Tim McGraw, menggambarkan kronikel yang membangkitkan semangat, kisah nyata dari seorang gelandangan Michael Oher dalam perjuangannya yang menyakitkan untuk menjadi orang kaya di Baltimore Raven.


Film ini merupakan adaptasi dari buku Michael Lewis yang laris di tahun 2006, The Blind Side: Evolution Of A Game. Film ini mengisahkan bagaimana Sean dan Leigh Anne Tuohy, pasangan Kristen yang kaya mengambil Oher ketika ia masih menjadi anak-anak tunawisma yang menyusuri jalan di Memphis hanya dengan mengenakan T-shirt dan celana pendek.


Pasangan ini kemudian berhenti untuk mempertanyakan asal-usul anak remaja ini dan menyadari bahwa ia hanyalah seorang tunawisma. Pasangan ini mengadopsi Oher dan memperkenalkannya kepada olahraga kegemaran keluarga, football.


Oher akhirnya tumbuh menjadi bintang pemain football di University of Mississippi yang kemudian bermain untuk NFL.


Pandangan Baru Akan Kekristenan


McGraw yang memerankan Sean Tuohy mengatakan kalau saja film ini tidak didasarkan pada kisah nyata maka dia tidak akan pernah mempercayai kisah yang fenomenal ini.


"Menurut pendapat saya orang-orang memiliki lingkaran kehidupan seperti itu tidak akan menghadapi orang-orang seperti Oher. Tapi pasangan yang satu ini malah memutar mobilnya dan mengajak Oher bercakap-cakap," ujar McGraw kepada The San Francisco Chronicle.


Aktris Sandra Bullock yang memainkan peran utama, berkata bahwa pada awalnya ia enggan untuk bekerjasama dengan Leigh Anne semenjak ia memiliki pengalaman yang kurang menyenangkan dengan orang Kristen.


"Seringkali orang-orang menggunakan kekristenan sebagai tameng, tapi kemudian mereka tidak melakukan hal yang benar dalam hidup mereka," ujarnya kepada Straight.com. Namun Sandra Bullock akhirnya berubah pikiran.


"Saya merasa pada akhirnya saya bertemu seseorang yang mempraktekkan kekristenan itu tapi tidak dengan berkhotbah. Saya kini memiliki kepercayaan kepada orang-orang yang mengatakan bahwa mereka mewakili iman," ujar Sandra Bullock.


Jadi, mengapa pasangan ini mengambil Oher?


"Karena Oher membutuhkan beberapa pakaian. Hanya itu alasan yang sebenarnya. Lalu ia juga membutuhkan tempat untuk tidur. Kebutuhan terdalam dari hati Leigh Anne tak pernah berhenti. Dan Leigh Anne masuk terlalu jauh ke dalam sehingga ia tak bisa keluar lagi. Leigh Anne begitu mencintai anak itu," ujar Sean Tuohy kepada The Cronicle.


Film ini diperkirakan meraup $34.5 juta dengan menduduki peringkat dua di Box office.

Sumber : cbn.com / LEP